Skip to main content

Posts

Perlindungan Bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT)

Terlintas dipikiran saya banyak pertanyaan mengenai perlindungan dan hak-hak Pekerja Rumah Tangga (PRT). Mereka bekerja tanpa kejelasan waktu bekerja, kapanpun diminta bekerja mereka harus siap dalam 24 jam tak jarang waktu istirahat pun harus terganggu oleh sang majikan. Selain jam kerja yang tak jelas, hak-hak mereka pun juga tidak jelas, seperti hari libur yang paling sedikit 24 jam dalam satu minggu. Faktanya PRT yang bekerja di dalam negeri tidak mendapatkan hak-hak yang semestinya mereka dapatkan sebagai pekerja, bandingkan bagaimana pemerintah memperjuangkan para PRT kita di luar negeri, jika tidak salah saya pernah mendengar PRT indonesia di hongkong mendapatkan jatah libur selama 2 hari dalam satu minggu. Tapi kenapa di Indonesia sendiri pemerintah seperti tak serius mengurusi masalah RUU PRT ini. Pertanyaan nya adalah apakah Indonesia memiliki Peraturan Perundang-undangan mengenai PRT ? Jawabanya adalah belum, akan tetapi pemerintah sudah menyatakan komitmennya ...

Revolusioner yang Terlupakan

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 19 Februari 1896 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 16 April 1949 pada umur 53 tahun) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris. Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan sosialis, ia juga sering terlibat konflik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan pena...

Cerminan OSPEK di Indonesia

OSPEK = Pembodohan? Akhir-akhir ini ramai berita tentang Ospek di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memakan korban jiwa.Ospek yang sebenarnya berorientasi pada pengenalan kampus disalah gunakan oleh oknum-oknum mahasiswa pemuja "senioritas", mungkin kita sering mendengar pada saat ospek "senior selalu benar". Pengenalan kampus dengan didikan militer namun tanpa pengetahuan pendidikan militer pun dilakukan oleh oknum-oknum mahasiswa tersebut dengan alasan membentuk mental mahasiswa baru agar lebih siap dengan kehidupan kampus nantinya, entah bagaimana pihak kampus memberikan izin dengan kegiatan seperti itu karena menurut saya ospek dengan didikan militer jelas sangat tidak etis untuk dilakukan, saya yakin tidak semua mahasiswa baru memiliki kesiapan fisik untuk mendapat perlakuan seperti itu apalagi para oknum mahasiswa ini tidak mengerti bagaimana pendidikan militer itu sendiri,bagaimana cara menangani mahasiswa baru yang sudah t...

MAKALAH HUKUM INTERNASIONAL

Dalam pembahasan tentang Hukum Lingkungan Internasional ini saya akan menjabarkan bagaimana perkembangan pengaturan pencemaran lingkungan laut dalam hukum lingkungan internasional. A.    United Nation Covention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS) Konvensi Hukum Laut 1982 adalah merupakan puncak karya dari PBB tentang hukum laut, yang disetujui di montego Bay, Jamaica tanggal 10 Desember 1982.  Konvensi Hukum Laut 1982 secara lengkap mengatur perlindungan dan pelestarian lingkungan laut (protection and preservation of the marine environment) yang terdapat dalam Pasal 192-237. Pasal 192 berbunyi : yang menegaskan bahwa setiap Negara mempunyai kewajiban untuk melindungi dan melestarikan lingkungan laut. Pasal 193 menggariskan prinsip penting dalam pemanfaatan sumber daya di lingkungan laut, yaitu prinsip yang berbunyi : "bahwa setiap Negara mempunyai hak berdaulat untuk mengeksploitasi sumber daya alamnya sesuai dengan kebijakan lingkungan mereka dan sesuai dengan...

Harapan Besar Dunia Pendidikan

                          Kemiskinan di indonesia masih menjadi hal yang belum juga bisa terselesaikan.Cita" pendiri bangsa yang di tuangkan dalam sila kelima pun masih hanya menjadi mimpi bagi masyarakat kita. Bagaimana sebenarnya solusi yang tepat agar kita mampu setidaknya setiap tahun kemiskinan di negeri ini berkurang? menurut saya kita perlu keseriusan di dalam bidang pendidikan, pemerintah saat ini menerapkan wajib belajar sembilan tahun, pertanyaan nya apakah pemerintah yakin dengan kualitas generasi mudanya dengan wajib belajar 9 tahun? Tentu tidak, mereka akan gagal bersaing di dunia kerja dan menghasilkan SDM dengan kualitas "seadanya".Pemerintah memang tidak tinggal diam melihat kualitas pendidikan nya perlahan-lahan mulai tertinggal dari negara-negara tetangganya, tindakan yg dilakukan pemerintah pun menurut saya cukup bagus dengan memberikan bantuan dana operasional kepada sekolah-se...

Hilangnya Toleransi Beragama

Keragaman Indonesia tak hanya tercermin dari budayanya, tapi juga dari etnis, bahasa, agama, dan sumber daya alamnya. Sebelum agama-agama besar masuk ke indonesia, masyarakat kita telah hidup dengan berbagai kepercayaan lokal, yang kini masih dipraktikkan oleh beberapa suku di nusantara. Untuk mengelola keragaman ini para pendiri bangsa memutuskan sebuah platform bersama, yakni Pancasila, dengan lima nilai inti: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial. Nilai-nilai ini mengatur kehidupan masyarakat. Peran penting agama dalam kehidupan publik diakui oleh sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, seharusnya sila ini diimplementasikan untuk tidak mendukung agama tertentu, termasuk Islam,sebagai agama mayoritas untuk menjadi ideologi negara. Namun pada praktiknya saat ini justru negara terkadang membiarkan beberapa kelompok dari agama tertentu untuk mengedepankan kepentingannya dengan cara-cara kekerasan. Seperti kasus-kasus penyerangan dan juga pemaksaan te...

Belajarlah Dari Singapura

      One nation one team, slogan yang sepertinya memberikan optimisme tinggi mengenai peningkatan permainan tim nasional Indonesia dikarenakan sudah tidak adanya lagi dualisme di dalam tubuh PSSI. Harapan besar masyarakat melihat timnas lebih baik pun kembali muncul, namun apa yg terjadi? Ya, timnas kita babak belur di kualifikasi Pra Piala Asia 2015, hanya mendapatkan 1 point dari hasil imbang melawan china. Masyarakat pun kembali harus kecewa akan harapan besarnya melihat timnas senior berprestasi apalagi banyak yg membanding-bandingkan dengan timnas U-19. Namun, pandangan saya berbeda melihat kondisi timnas saat ini, saya melihat kesuksesan timnas U-19 dikarenakan mereka telah lama bermain bersama dan tidak pernah gonta-ganti pelatih, jika kita mau belajar melihat keberhasilan timnas U-19 apakah PSSI bisa bersabar dan memberikan kesempatan kepada pelatih timnas yang baru nanti waktu lebih lama untuk menangani timnas? Saya pikir pelatih baru nanti perlu diberikan...